Semangat juang yang terkandung dalam warna bendera Indonesia menjadi pendorong utama kesuksesan PT Pelayaran Merah Putih (PMP). Perusahaan ini didirikan pada tahun 2014 oleh Benny Tjakra, seorang pengusaha yang sebelumnya menjalankan bisnis keluarga di bidang tekstil dan garmen bersama kedua saudara kandungnya.
Dalam perjalanannya, PMP telah melalui berbagai tantangan hingga menjadi salah satu perusahaan pelayaran yang diperhitungkan di Indonesia. Saat pertama kali berdiri, PMP hanya memiliki satu unit tugboat dan tongkang sebagai aset. Namun, melalui strategi bisnis yang tepat dan dukungan penuh dari mitra serta lembaga perbankan, perusahaan ini berhasil mengembangkan armadanya menjadi tujuh unit tugboat dan tongkang dengan berbagai ukuran pada tahun 2022.
Tahun 2024 menjadi momen penting bagi PMP, karena berhasil mendapatkan kepercayaan dari PT Bank Central Asia (BCA). Kolaborasi ini membawa dampak signifikan pada pertumbuhan perusahaan. PMP kini sedang membangun 46 set armada baru dengan nilai investasi antara USD 3.000.000 hingga USD 4.000.000 per set. Pencapaian ini menjadi bukti nyata dari dedikasi Benny Tjakra dan tim dalam mendorong pertumbuhan PMP.
Salah satu rencana jangka panjang PMP adalah memperluas kapasitas galangan kapal di PT Merah Putih Shipyard. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pembangunan dan penjualan tugboat serta tongkang, baik untuk kebutuhan internal PMP maupun secara komersial.
Semangat merah putih terus menjadi sumber inspirasi bagi Benny Tjakra dan PMP dalam mewujudkan visi yang lebih besar. Tepat di momen kemerdekaan Indonesia, Benny menegaskan komitmennya untuk terus mencatat berbagai pencapaian di masa depan dengan mengedepankan ketekunan, manajemen yang baik, dan visi yang terarah.